nahwuDasar
الآجُرُّومِيَّة

Al-Ājurrūmiyyah

Muhammad ibn Daud al-Sanhaji (w. 723 H)

Matan nahwu paling masyhur untuk pemula. Kitab ringkas yang mencakup pokok-pokok ilmu nahwu dengan metode penyajian yang jelas dan mudah dihafal.

17px

Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Kitab Al-Muqaddimah Al-Ājurrūmiyyah adalah risalah ringkas ilmu nahwu (tata bahasa Arab) karya Imam Abu Abdillah Muhammad ibn Muhammad ibn Dawud al-Sanhaji, yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Ajurrum. Beliau lahir di Fes (Maroko) dan wafat pada tahun 723 Hijriyah.

Matan ini menjadi rujukan pertama bagi pelajar ilmu bahasa Arab di seluruh penjuru dunia Islam sejak ratusan tahun silam.


Bab 1: Al-Kalām (الكَلَام)

Matan

الكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيدُ بِالوَضْعِ، وَأَقْسَامُهُ ثَلاثَةٌ: اسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى.

Terjemah

Al-Kalām (kalimat/tuturan) adalah lafal yang tersusun (murakkab), berfaedah (mufīd), dan sesuai dengan ketentuan (bil-waḍ'i).

Pembagiannya ada tiga:

  1. Isim (kata benda/nomina)
  2. Fi'il (kata kerja/verba)
  3. Harf (kata tugas/partikel) yang hadir untuk suatu makna

Syarah Ringkas

Definisi kalām menurut ulama nahwu berbeda dengan definisi bahasa sehari-hari. Sebuah tuturan disebut kalām hanya jika memenuhi tiga syarat:

1. Lafazh (لَفْظ) — ucapan yang terdiri dari huruf-huruf Arab yang dapat didengar. Tulisan atau isyarat tidak termasuk dalam definisi ini.

2. Murakkab (مُرَكَّب) — tersusun minimal dari dua kata. Kata tunggal seperti "زَيْدٌ" (Zaid) belum memenuhi syarat ini.

3. Mufīd (مُفِيد) — memberikan faedah/makna yang lengkap sehingga pendengar tidak menunggu informasi lebih lanjut. Contoh: "زَيْدٌ قَائِمٌ" (Zaid sedang berdiri) — ini mufīd. Sedangkan "إِنْ قَامَ زَيْدٌ" (jika Zaid berdiri) — belum mufīd karena menunggu jawaban syarat.


Bab 2: Al-I'rāb (الإعراب)

Matan

الإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيرُ أَوَاخِرِ الكَلِمِ لاِخْتِلاَفِ العَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا.

Terjemah

Al-I'rāb adalah perubahan pada akhir kata-kata karena perbedaan 'āmil (faktor penyebab) yang masuk padanya, baik secara lafzhan (tampak jelas) maupun taqdiiran (tersembunyi/dikira-kirakan).

Syarah Ringkas

I'rāb adalah inti dari ilmu nahwu. Inilah yang membedakan bahasa Arab dari bahasa-bahasa lain: setiap kata berubah bentuk akhirnya tergantung pada posisinya dalam kalimat.

Contoh:

KataPosisiHarakatKeterangan
زَيْدٌMubtada' (subjek)Ḍammahرفع
زَيْدًاMaf'ūl bih (objek)Fatḥahنصب
زَيْدٍMuḍāf ilayhKasrahجر

Bab 3: Tanda-Tanda I'rāb

Matan

وَأَقْسَامُ الإِعْرَابِ أَرْبَعَةٌ: رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ. فَلِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلاَمَاتٍ: الضَّمَّةُ، وَالوَاوُ، وَالأَلِفُ، وَالنُّونُ.

Terjemah

Pembagian i'rāb ada empat: Raf', Naṣb, Khafḍ (Jarr), dan Jazm.

Tanda-tanda raf' ada empat:

  1. Ḍammah (ضمة) — untuk isim mufrad, jamak taksir, jamak mu'annats sālim, dan fi'il muḍāri' yang tidak bersambung dengan apapun
  2. Wāw (واو) — untuk isim asmaul khamsah dan jamak mudzakkar sālim
  3. Alif (ألف) — untuk tasniyah (kata bermakna dua)
  4. Nūn (نون) — untuk af'āl al-khamsah

Penutup

Demikianlah pokok-pokok matan Al-Ājurrūmiyyah. Kitab ini terdiri dari beberapa bab lanjutan yang membahas tentang:

  • Bab Marfū'āt al-Asmā' (kata-kata yang dirafa'kan)
  • Bab Manṣūbāt al-Asmā' (kata-kata yang dinaṣabkan)
  • Bab Makhfūḍāt al-Asmā' (kata-kata yang dijarkan)

Dianjurkan bagi pelajar untuk menghafalkan matan ini sebelum mempelajari syarahnya yang lebih terperinci seperti Syarh Ibn 'Aqīl, Al-Kawākib al-Durriyyah, atau Syarh al-Ashmuny.


Referensi: Matan Al-Ājurrūmiyyah, karya Muhammad ibn Daud al-Sanhaji. Edisi yang digunakan: cetakan Dar al-Minhaj.